R.I.P. Eno

 

Kembali ke kabar para Cublukers tak tahu diuntung!

 

Eno Nurlaela Dewi

 

Sebuah Obituari dari Alif Rafik Khan :

Kakakku tercinta, Eno Nurlaela Dewi, telah meninggalkan dunia fana ini di hari Kamis jam 09.55 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung akibat komplikasi dari beragam penyakit yang telah menderanya dan memperlihatkan kuasanya selama hampir dua bulan berselang...

Seakan aku tak percaya bahwa dia telah tiada, seakan dia masih akan tetap ada untuk dapat kutemui, tawanya yang lepas masih akan kudengar untuk waktu yang tak berbilang. Seakan baru kemarin dia bercanda dan tertawa bersamaku, juga tak pernah lupa untuk sedikit memarahiku atas apa yang kulakukan yang menurutnya salah (Tuhan, betapa aku merindukan itu semua!)...

Ketika dia mulai pertama merasakan sakit yang kemudian akan merenggut nyawanya, tak pernah ku menduga bahwa sebegitu seriusnya sakit tersebut, sehingga aku telah cukup berpuas diri melihat kakakku hanya mendapatkan perawatan di hangatnya rumah untuk berlindung pada pelukan kedua orangtuaku. Tapi kemudian sedikit demi sedikit penyakitnya mulai memburuk dan tampaklah akibat tak terbantahkan akan ganasnya penyakit tersebut pada tubuh kakakku yang semakin ringkih seiring berlalunya waktu.Aku masih berbesar hati untuk meyakini bahwa takdir akan membawa kakak tercintaku kembali pada kondisinya seperti sedia kala, tapi kenyataan telah menjungkirbalikkan semua harapan dan doaku, dan waktu yang bertambah seakan menambah keperihan ke dalam relung hati setiap anggota keluargaku...

Aku hanya bisa menangis melihatnya menderita tanpa mampu untuk berbuat sesuatu untuknya. Apalah daya tanganku yang tak tahu apa akan tubuh manusia!

Ketika kemudian panggilan itu datang untuk menemuinya, aku telah mempersiapkan yang terburuk. Tapi betapapun lelakinya diriku telah membantuku untuk menopang kedua kakiku di tempatnya berdiri, tapi tetaplah air mata yang keluar tak mampu lagi kutahan ketika melihat dirinya melepaskan nyawa dengan diiringi kalimah syahadat yang terus kubisikkan ke telinganya. Kakakku telah pergi dan tak akan kembali...

Kakakku telah menyusul anak yang meninggal dalam kandungannya yang terlahir hanya beberapa hari sebelumnya. Kehamilan mencegah masuknya obat-obatan yang seharusnya dapat mencegah ganasnya penyakit, dan ketika pada akhirnya kehamilan itu tak lagi menjadi penghalang, semuanya telah terlambat...

Kini kakakku telah beristirahat dengan tenang bersama putri yang ditakdirkan untuk selalu mendampinginya, baik ketika masih bernafas dan pula ketika nyawa tak lagi dalm raga...

Betapa aku sangat merindukanmu kakak, betapa menyesal aku tak dapat berkhidmat kepadamu lebih lagi, betapa namamu selalu hidup dalam diri adikmu yang tak berbakti ini...

 

Surat keterangan kematian Eno dari RS Hasan Sadikin beserta data penyebabnya

 



Free web hostingWeb hosting  

 

We will return after this messages, dimanakah kau mendengar kata-kata ini?

Api adalah salah satu unsur kehidupan, katanya, selain dari air, udara dan tanah...
Selama berabad lampau api masih menjadi sesembahan umat manusia, dan sampai saat inipun beberapa bangsa masih mengagungkan api
Api akan selalu kalah oleh air, dapatkah kau mengambil hikmah dari kata-kata ini?

 

copyright 2008 Alif Rafik Khan